Senin, 24 Mei 2010

Kepemimpinan Pasar PT Djarum Indonesia

PT Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Sejarah Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek "Djarum" yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 tak lama kemudian Oei Wie Gwan pun meninggal. Karena kegigihan kedua putranya Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini Djarum dipimpin oleh Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang keduanya merupakan putra Oei Wie Gwan.

Produk rokok yang diproduksi PT Djarum adalah :

  • Djarum Super
  • Djarum Cokelat
  • Djarum 76
  • LA Lights
  • Djarum Black
  • Djarum Super Mezzo

(Sumber : www.djarum.co.id)



Cash Cows

Perusahaan telah melewati posisi ini dengan baik dan berhasil mempertahankan stabilitas produknya dari tingkat pemasaran produk dan harga.

Dog

Pada posisi ini perusahaan telah melakukan suatu tindakan dengan memproduksi produk yang baru dan terhindar dari kebangkrutan.

Question Market

Produk yang ditawarkan telah memiliki market share yang sangat tinggi dan permintaan dari konsumen sangat banyak sehingga market growthnya tinggi.

Star

Market share perusahaan telah menjadi dominan dan pertumbuhan terus terjadi serta melakukan promosi di berbagai media. Dan telah melakukan kegiatan selain kegiatan utamanya untuk melebarkan sayap.


Produk PT Djarum tidak hanya dijual di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain dan PT Djarum telah mencatatkan nilai hampir US$ 16.000.000,00. Perusahaan ini memproduksi rokok kretek, cerutu, dan rokok putih.

PT Djarum pun melebarkan sayap dengan masuk ke dalam sektor properti dan perbankan. Di sektor properti melalui anak perusahaannya PT Cipta Karya Bumi Indah, PT Djarum membangun pusat grosir Wholesale Trade Centre Mangga Dua Jakarta. Lalu di sektor perbankan, PT Djarum bergabung dengan konsorsium Farallon dan membeli 52% saham PT Bank Central Asia Tbk. Pada Maret 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar